Maniak Game Indo: Story
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 September 2015

Review Cycling: Clipless Pedal Shimano R540 & Sepatu Specialized Sport


Review ini akan saya buka dengan cerita Trip ke Sukabumi hari minggu kemarin (7 Juni 2014). Hari itu saya bikin personal rekor baru untuk bersepeda terjauh yaitu 65 Km (maklum amatir, PR masih rendah).

Masih teringat di pikiran saya tentang bersepeda jauh ke sukabumi tahun lalu yang berjarak sekitar 50 Km-an. Saat itu saya mengambil rute jalan utama. Tapi minggu kemarin, saya ambil rute yang lebih sepi yaitu jalan pelabuhan II.
Tahun lalu, saya masih pemula sekali, dari mulai ga tau tips dan trik, bike fit, serta masih dengan pedal flat biasa. Saat itu mungkin stamina juga masih kurang sehingga saya sangat kecapean hingga besoknya pegal-pegal dan ga enak badan.
Tapi minggu kemarin rasanya berbeda, saya tidak begitu cape padahal jaraknya lebih jauh (walau akhirnya saya menyerah di Km 57an karena mengambil rute baru lagi dan ketemu tanjakan 14%, akhirnya sampai pulang otot betis dan paha naik). Saya juga berhasil bikin 2 rekor King of Mountain (KOM) di Strava. Saya bisa bertahan gowes tanpa berhenti lebih jauh dan lebih lama.

Ada bebeapa faktor yang saya anngap mempengaruhi peningkatan saya, pertama saya lebih banyak membaca dan menonton tips dan teknik yang baik dalam bersepeda. Kedua Saya melakukan Bike Fit lebih akurat. Ketiga saya sudah sedikit lebih banyak latihan. Keempat adalah upgrade sepatu dan pedal ke jenis Clipless.

PEDAL SHIMANO R540






SPECIALIZED SPORT SHOES





CLIPLESS

Clipless pedal menjadi hal utama yang di gunakan kebanyakan pesepeda Road Bike. Clipless pedal memiliki sistem yang membuat kaki pesepeda konstan dan melekat pada pedal sepeda. Katanya, ini bisa meningkatkan power dan kecepatan sepeda. Juga meningkatkan efisiensi tenaga yang dikeluarkan untuk mengayuh sepeda.
Simpelnya, bayangkan anda bersepeda dengan pedal flat biasa. Ketika anda ingin sprint atau ketika anda sedang besusah payah ditanjakan, kadang tapak sepatu bisa bergeser atau meleset dan membuat kekhawatiran, dalam kasus parahnya, kaki tergelincir dan lepas dari pedal. Bisa jadi bahaya.

Hanya saja, untuk menggunakan clipless pedal, tentunya anda juga perlu sepatu cleat khusus. Sepatu ini mempunyai lubang baut dibawahnya untuk memasangkan cleat. Cleat adalah alat bantu agar kedua bagian dari sepatu dan pedal bisa menyatu.
  
cleat dan sepatu 

Dengan Clipless pedal, hal itu tidak lagi perlu dikhawatirkan. Selain itu, clipless pedal juga bisa membuat kayuhan 360 derajat. Ketika kaki kanan mendorong ke depan bawah, kaki kiri bisa menarik ke atas belakang. Power putaran akan menjadi lebih besar.

 clipping-in

Bagi pemula (seperti saya) menggunakan clipless pedal masih membuat was-was dan paranoid. Karena setiap saat takut memikirkan jika tiba-tiba harus berhenti. Padahal sebenarnya melepas cleat itu mudah, yang sulit adalah memasangnya.
 clipping-out


FITTING CYCLING SHOES

Untuk Sepatu, kenapa saya memilih Specialized Sport? Well, alasan utama saya adalah budget tentunya. Untuk sepasang sepatu clipless, kita pelu merogoh kocek mulai sejutaan. Ini bukan angka kecil. Maka dari itu, sengaja saya mencari-cari info sepatu yang harganya dibawah sejutaan. Ketemulah beberapa tipe Shimano dan Specialized Sport ini.

Walaupun sudah ketemu, mencari penjualnya pun lumayan susah. Yah, maklumlah Indonesia. Setelah ketemu penjual, giliran mencari nomor sepatu yang susah. Duh!

Sebelumnya saya sempat fitting ke outlet Rodalink. Sayang ukuran sepatu saya tidak ada disana. Saya biasanya pakai No. 40, yang ada hanya nomor 42, jelas kebesaran. Waktu itu saya disarankan oleh Rodalink kalau mau ambil sepatu Shimano, sebaiknya ambil satu nomor lebih besar. Ah, masa? Saya penasaran dan tanya-tanya di forum sepeda.
Memang banyak yang menyarankan begitu. Karena saya berencana membeli online, ini membuat saya ragu. Kebanyakan toko online tidak punya stok nomor. Jadi kalau-kalau nomor tidak pas, mereka tidak punya gantinya. Waduh.

Ketemulah penjual sepatu Shimano No.41 warna hitam. Ketika hendak ambil, saya berpikir lagi. Sebenarnya saya ingin ambil warna putih. Lalu saya dapat penjual Specialized Sport ini. Pas sekali, Nomor 40 dan warnanya Putih. Tapi tetap saja, saya masih ragu. takut terlalu sempit.
Mulailah saya gugling dan menemukan postingan ini. Dari sana saya mulai beranggapan bahwa pas lebih bagus daripada "gede dikit". karena power kita tergantung disana.
bukannya Semakin ngepas, semakin bagus ketika dorong tarik di putaran pedal? ya kan.

Setelah Mantap lalu saya order sepatu tersebut. Alhasil, saya benar. Ukurannya "Fit" alias sangat pas. tapi tidak kekecilan. Yang jelas harus tidak ada ruang di depan jari dan dibalakang tumit.

Jadi, sepatu sepeda itu Idealnya harus ngepas depan belakang biar tidak ada gerak geser-geser ketika pedaling. Akibatnya bisa lebih parah daripada kesemutan yaitu lecet.
Pokoknya kalau mau ambil sepatu, dan sempat tes fitting ditempat, ya ambil yang nyamannya saja. Catatannya tidak boleh ada ruang di depan dan belakang kaki.
Perlu diingat sepatu sepeda bukan sepatu lari, sepatu sepeda tidak dipakai jalan banyak, hanya dipakai sambil duduk saja. Jadi ga perlu "gede dikit".


REVIEWS

Pedal R540 saya rasa sangat cocok untuk pemula. Pertama karena harganya terjangkau dan tidak terlalu berat. Cliping in-out juga mudah, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Banyak orang bilang clipless pedal itu sedikit menakutkan karena bisa bikin jatuh bodoh. Jika kita lupa melepas clip pada saat berhenti, maka kaki akan tetap menempel di pedal dan membuat kita miring dan jatuh. Untungnya sejauh ini saya belum mengalaminya.

Tidak banyak yang bisa saya review dari pedal shimano karena memang produk ini adalah produk standar. Cliping-in dan cliping-out biasa saja. Tidak mudah dan tidak sulit.
Perbedaan dengan produk premium atau yang lebih mahal dari ini biasanya adalah dari segi beratnya. Mereka lebih ringan bobotnya. Tapi kalau untuk pemula, berat segini masih tidak masalah (sekitar 660gram sepasang).

Untuk Sepatu Specialized Sport. Material tapak sepatu sangat keras yang artinya bagus. Sehingga power kayuhan lebih bertumpu ke pedal karena sepatu tidak fleksibel/melengkung-lengkung. Semakin kokoh tapak sepatu itu semakin bagus.
Tali Strap melekat kuat. Bagian dalam lunak dan lembut. Yang paling penting adalah banyak ventilasi udaranya.

Karena Saya ambil nomor yang Fit, efeknya awalnya mungkin adalah kesemutan setelah sejam lebih bersepeda. Solusinya adalah dengan mengendurkan sedikit tali strap nya.

Kekurangannya ada pada karet bawah tapak sepatu bagian belakang. Desainnya terlalu tipis sehingga bisa mudah lepas (sekarang sih belum, mungkin suatu saat bisa). Dan karena itu juga, berjalan dengan sepatu ini harus lebih sedikit hati-hati, jika tidak bisa terkilir.

Categories: ,

Sabtu, 04 April 2015

Morning Ride - Road Cycling with SJ4000

Akhirnya video ke-2 untuk channel youtube saya selesai dirilis seminggu yang lalu.
Melalui 2 hari proses editing, video berdurasi 3 menitan tersebut berhasil saya upload. Belum lihat? silahkan tonton dulu:
Video ini di rekam 100% menggunakan SJCAM SJ4000 WIFI seperti yang saya review kemarin.
Di rekam di daerah jalan raya Cikidang-Pelabuhanratu KM17 pada hari minggu 22 maret 2015. Saya sangat beruntung karena cuaca saat itu cerah sekali.
Sebelumnya memang sudah saya rencanakan pada minggu pagi tersebut untuk bersepeda kesana. Tapi karena pengalaman saya bersepeda ke lokasi akan memakan waktu cukup lama dan energi cukup banyak, sementara waktu yang bagus untuk mengambil gambar juga terbatas, maka saya membawa sepeda dengan mengendarai mobil pribadi terlebih dahulu ke lokasi pengambilan gambar. Saya membawa kakak ipar untuk supir cadangan dan adik saya untuk beberapa sudut pengambilan gambar dari dalam mobil.

Sebenarnya jalanan tidak se-sepi seperti yang terlihat di video. Saya hanya memilih momen-momen yang pas ketika jalanan sepi untuk mengambil gambar tersebut.

Saya hanya mempunyai satu baterai pada kamera saya dan menurut perhitungan saya, saya punya waktu kurang lebih 90 menit untuk merekam semua sudat yang saya butuhkan. Cukup tricky, dan sebenarnya saya masih punya sisa baterai saat itu. Saya masih bisa merekam beberapa sudut lainnya, tapi sayang saya tidak sempat.

Sesampainya dirumah, saya lihat kembali hasil rekaman dan saya merasa tidak begitu puas karena alasan tadi. Masih ada beberapa sudut kamera yang tidak sempat terekam. Tapi mau tidak mau saya harus edit hasil yang ada.

Proses editing tidak langsung saya kerjakan hari itu, bahkan keesokan harinya masih belum saya mulai. Saya juga punya pekerjaan lain, jadi perlu mencari waktu luang yang pas, karena editing video tidak se-simple editing foto. Perlu waktu lumayan lama dan konsentrasi juga.
Saya mengedit video ini 100% menggunakan Adobe Premiere Pro CC. Skill editing saya masih pas-pas-an, jadi harap maklum dengan hasil video tersebut.

Terimakasih sudah menonton dan membaca.

Categories: , ,

Sabtu, 28 Februari 2015

New Blog Template Ver 2.0

Akhirnya saya bisa bernafas lega. Setelah cukup lama memilah-milih template baru yang sesuai, ketemu juga template yang ideal itu.
Saya orangnya agak perfeksionis. Jika ingin model "begini", saya usahakana untuk mendapatkan model "begini" sedekat mungkin. Dan kalau ada kekurangan atau kesalahan, saya selalu usahakan memperbaikinya

Beberapa hari yang lalu saya mencari-cari template gratis pihak ketiga yang ideal untuk blog saya. Saya ingin yang tidak terlalu polos, tidak terlalu formal, tidak terlalu kaku tapi simpel dan enak dipandang.
Ada 3 yang saya temukan cocok untuk kriteria saya, tapi ketiga-tiganya bermasalah dan ada sedikit bug dan kekurangan.
Saya sempat mengkontak sang disainer, dari ketiganya, hanya satu yang membalas. Akhirnya saya gunakanlah template disainer yang membalas tersebut.

Sayangnya, di template ini, kolom komentar google+ lah yang bermasalah. Komentar yang lama atau baru diposting tidak mau muncul. Maka dari itu, saya terpaksa menggunakan alternatif lain yaitu Disqus comment.
Sebelumnya saya sudah coba juga Facebook comment tapi tidak support untuk template ini.

Overall, template ini cukup unik, simple dan memuaskan. Belum lagi seo friendly dan mobile friendly. Setuju?

Categories: ,

Selasa, 17 Februari 2015

Smartphone Sickness

Penyakit digital kian merajalela. Kakak dan adik saya menuntut minta dicarikan smartphone model terbaru yang bagus untuk mereka, karena bagi mereka, saya dianggap lebih paham akan hal-hal tersebut. Yah, sebut saja mereka itu gaptek, ga apa-apa, saya akui.



Jadi sekitar tahun 2011 keatas, android makin terkenal dan banyak dipasaran, saya ga mau ketinggalan, saya juga ikut ambil bagian dengan membeli Sony Xperia Miro.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun, sampailah kita di tahun 2014. Otomatis sektor smartphone sudah makin maju dengan berbagai upgrade. Saya merasa mulai ketinggalan.
Ga bisa dipungkiri, itu adalah salah satu strategi bisnis perusahaan teknologi. Mereka memperbarui perangkat yang mereka jual di perangkat baru, bukan di perangkat lama. Jadi terpaksa orang-orang harus mengikuti dengan mengganti perangkat mereka, begitu dan seterusnya. Berulang-ulang.

Bisa dibilang saya adalah orang yang sedikit sabar, hemat, dan perhitungan. Tapi menjelang akhir tahun 2014, saya sudah tak tahan lagi. Ingin rasanya merasakan layar HD, memainkan game-game keren. Multitasking, tanpa lag.
Akhirnya saya mencoba untuk mencari pengganti.

Tapi sebelum semua itu terjadi, krisis ekonomi melanda dompet saya, dan hal-hal lain terasa lebih menggiurkan, Saya lebih memilih membeli sepeda Roadbike pada saat itu.
Nah, disaat itu juga lah, kakak, kakak ipar, dan adik saya minta saran untuk ikut ambil bagian di dunia smartphone ini. Mereka sudah saya ajarkan sebelumnya ketika penyakit Blackberry merajalela, untuk tidak ikut-ikutan dan ambil android saja.

Singkat cerita saya belikan mereka masing-masing merek smartphone yang berbeda-beda sesuai permintaan mereka. Total ada 4 merek: Himax Pure III, Asus Zenfone 5, Lenovo P780 dan Acer Liquid E3

Kalau untuk review, kekurangan dan kelebihan smarphone tersebut, semua punya keungggulan masing-masing dan saya ga bisa menjelaskan satu-satu karna bisa jadi panjang ceritanya. Yang penting adalah mereka puas dan mulai sedikit melek internet.

Cuma satu yang masih menggangu saya adalah  hal ini, begini ceritanya..

Tiap hari, mereka pasti nanya-nanya ini itu. Ini caranya gimana, itu caranya gimana. Pengen buat ini caranya gimana dan lain-lain. Yah, wajarlah, namanya juga pengguna hp baru. Saya sih oke saja menjelaskan sekali, tapi kalau berulang-ulang kan cape juga.
"Punya smartphone kok ga smart." Kata saya dalam hati.

Hari-demi hari saya lalui dengan berbagai pertanyaan. Sampai saya pun mulai terkenal dikalangan pasar untuk urusan android. Saya dikenal "jago" untuk permasalahan gadget dan banyak orang dan teman minta tolong permasalahan handphone mereka. Sampai Ibu-ibu tetangga di pasar mulai minta tolong ini itu.Padahal saya rasa skill saya biasa aja. Basic doang.

Lalu apa yang terjadi sodara-sodara. Malapetaka.
Orang-orang tua, ibu-ibu, malah tambah eksis, narsis dan kekanak-kanakan. Pengen kayak gini juga, pengen punya akun itu juga, pengen upload itu juga, pengen punya itu juga. dan seterusnya.
Sampai anak-anak mereka yang dibawah umur juga dibelikan smartphone. Dan jadilah generasi yang kita lihat di linimasa saat ini.

Saya pikir-pikir, kejadian ini persis seperti lima-enam tahun yang lalu ketika generasi "kami" yang mengalami hal seperti itu. Nah, mereka sekarang berkata ke saya, "si Dira mah pendiam ya di internet. Ga eksis"
Sodara-sodara, masa saya sudah habis, kalian pikir kapan saya mulai mengenal ini semua, bulan kemarin kayak kalian? Bukan! saya sudah main begituan sejak enam tahun lalu. Kalian tahu sendiri nanti enam tahun kedepan gimana rasanya.

Oh iya, jadi bagaimana nasib gadget yang saya miliki saat itu? Saya pertahankan beberapa bulan sampai saya meminang smartphone baru yang belum pernah saya kenal dan lihat sebelumnya...

(bersambung..)






Categories: ,

Sabtu, 06 Desember 2014

Solving Problem With Concept of The Universe

Jadi..saya baru saja berpikir begini..
Jika anda punya sebuah masalah, apapun itu, suntuk, bingung, bimbang, gelisah, risau, lalu anda berpikir semua masalah itu menjadi besar dan anda sendiri yang menanggungnya, bukan orang lain, bukan siapapun, tapi anda. Seolah dunia tidak berpihak kepada anda, lalu anda mulai berpikir bahwa hidup ini tidak adil, anda berpikir Tuhan tidak adil, anda berpikir ini dan itu dan bla..bla..bla...
Sampai akhirnya separah itu.
Anda merasa tidak adil bahwa anda miskin tapi yang lain kaya, anda merasa tidak adil bahwa orang lain rupawan dan anda tidak, anda merasa tidak adil bahwa anda tidak ini dan tidak itu. Selalu merasa kurang dan tidak adil.
Saya sebut ini pesimistik level 99.

Memang, saya rasa hanya sebagian orang saja di muka bumi ini yang punya pemikiran seperti demikian. Tapi sisanya, siapapun itu, pasti punya masalah, benar?
Setiap orang pasti pernah punya masalah dalam hidupnya. Bertengkar dengan kerabat atau dengan teman. Kehilangan sesuatu. Dimarahi atasan. Gagal dalam ujian. Macet dijalan, apapun itu besar maupun kecil.
Kadang kita suka terlalu serius menanggapi sebuah masalah. Sehingga akhirnya masalah yang seharusnya kecil jadi besar karena kita sendiri yang membesar-besarkan. Akhirnya kita strees. Hormon tubuh mulai tidak stabil. Penyakit mulai menghinggapi. Lalu pergi ke dokter dan psikiater dengan niat berobat padahal hanya menghabiskan uang.

Pikir kembali.
Kenapa anda terlalu serius dengan sesuatu? Kenapa anda terlalu men-zoom dan memperbesar sesuatu jika anda bisa memperkecilnya?

Tidakkah anda tahu anda ini apa dan anda ini hidup dimana?
Ya. kita ini manusia. hidup di sebuah planet yang kita beri nama Bumi. Planet yang mengelilingi cahaya yang kita beri nama Matahari.
Coba zoom-out lebih jauh. Kita hidup di ruang hampa yang kita beri nama Alam Semesta. Lebih jauh lagi...lebih jauh lagi...lebih jauh lagi...
Bahkan Matahari yang kita anggap besar sekalipun hanya butiran debu di alam semesta ini.
Kita nyaris tak berharga di Alam Semesta yang sangat luas ini.
Siapakah kita sehingga berani-beraninya berpikiran untuk berkuasa, untuk memulai perang, untuk memperebutkan tanah, memperebutkan Kekuasaan?
Siapakah anda? Sehingga berpikir andalah orang paling rugi karena merasa dicurangi oleh kehidupan yang tidak adil?

Masih berpikiran demikian? Masih tidak percaya bahwa kita hanyalah butiran debu?
Kita seharusnya merasa beruntung diberi kehidupan.

Karena kita hanyalah makhluk yang tidak berarti.. buatlah hidup kita ini berarti.
Jika kita masih hidup esok hari, nikmati dan syukuri.

Cobalah konsep ini di keseharian anda. Di kehidupan anda.
Cobalah konsep Alam semesta ini di setiap masalah yang anda hadapi. Percayalah, setiap masalah akan menjadi sangat kecil dan tidak berarti. Dan anda bisa lebih banyak tertawa ketika melihat bagaimana orang yang masih belum tahu konsep ini menghadapi masalah mereka.
Anda akan tahu apa makna kehidupan.










Categories:

Minggu, 23 November 2014

Experience Google Cardboard

Mungkin ada beberapa orang yang belum tahu apa itu Google Carboard dan apa itu Virtual Reality (VR). Saya kasih tahu dulu.
Pada acara tahunan Google I/O tahun 2014 (Juni lalu), google memperkenal inovasi dan produk-produk barunya. Di kesempatan itu, salah satu divisi memperkenal kacamata dari kardus yang diberi nama Google Cardboard. Fungsinya adalah untuk merasakan Virtual Reality seperti layaknya gadget VR lain yang lebih mahal. Oculus Rift contohnya. Ini Videonya.



Sejak awal kemunculan VR buatan google ini, saya benar-benar penasaran dan ingin memiliki dan mencobanya. Infonya sih waktu itu dijual secara bebas seharga $20. Tapi apakah akan sampai ke Indonesia? Saya ragu.
Memang sih ada cara untuk DIY juga (bikin sendiri), tapi kan tetap perlu memesan Lensa khusus dan magnet.

Setelah menunggu beberapa minggu akhirnya ada beberapa info penjual di Indonesia. Harganya bervariasi di kisaran 200 ribu rupiah. Saya ragu untuk membeli, karna ini kan cuma kardus, masa' sampai semahal itu? Okelah, anggap lensanya yang mahal, tapi saya cari tau, Biconvex lenses itu cuma kisaran 60-80 ribuan.
Well..well..
Akhirnya saya beli juga Google Cardboard ini karena penasaran dengan pengalaman orang-orang yang sudah mencobanya. Kemarin-kemarin, saya juga menemukan penjual di internet yang cuma mematok harga $8. Sudah komplit dengan head strap juga. Wah, kayaknya saya beli yang ini saja.
Si penjual memang bilang, alasan murah karna kualitasnya biasa. Kardusnya tipis, dan lensanya mungkin yang murah. Tapi overall, berfungsi seperti yang saya harapkan. 
Smartphone yang saya pakai Xiaomi Redmi 1s dan untungnya sudah support segala sensor yang diperlukan untuk menjalan aplikasi Cardboard. Benar-benar henpon segala bisa, murah pula. Haha.

Pertama, saya coba install aplikasi Cardboard dari playstore, lalu mencoba menu Windy Day, film animasi pendek untuk percobaan. Ternyata KEREN! Seperti benar-benar Virtual Reality beneran.
Saya ga bisa memberi screenshoot karena kalau dilihat di layar henpon sih seperti video biasa hanya saja dibagi menjadi 2, satu untuk mata kanan, satu untuk mata kiri. Tapi ketika memakai Google Cardboard, gambar tersebut akan diterjemahkan menjadi seperti tepat di depan mata kita karena lensa tadi. Seperti masuk ke dunia virtual!
Bisa juga melihat photosphere dan street view. Lalu menjelajah google earth dan menonton video youtube.
Lalu saya coba-coba aplikasi lain dan beberapa berjalan lancar. Bahkan sudah ada gamenya juga.

Sayangnya tidak banyak aplikasi bagus. Dan beberapa aplikasi masih banyak bug. Seperti tidak bisa kembali atau keluar dari aplikasi kecuali menekan tombol home.
Bahkan aplikasi cardboad official dari google pun masih ada bug untuk henpon saya seperti layar kiri kanan yang tidak terbentang penuh di henpon.

Sepertinya kita masih mesti sabar menunggu developer menggarap serius aplikasi-aplikasi yang kompatibel.
Selain itu, hasil gambar yang dihasilkan juga tergantung besaran ppi pada layar masing-masing smartphone. semakin besar ppi, maka akan menghasilkan gambar yang lebih bagus. Karena logikanya kita seperti melihat gambar di layar henpon kita sendiri secara landscape dan dibagi dua, lalu di zoom secara maksimal tepat di depan mata kita sehingga seolah-olah ada layar sebesar layar bioskop di hadapan kita.

Ok Google. Well done and Good job.
Ditunggu aplikasi-aplikasi kerennya untuk Cardboad ini.


Categories: , ,

Minggu, 16 November 2014

Flash Sale. Are You The Choosen One?

Mungkin agak sedikit basi, tapi saya tetap harus memposting pengalaman ini.Ini tentang cerita pada tanggal 4 September lalu...
Beberapa minggu atau bulan kebelakang (bahkan sampai sekarang), iklan seperti dibawah pasti pernah kamu lihat di forum, sosial media dan situs lokal apapun. Ya, itu adalah iklan dari situs Lazada ketika mereka menjual secara eksklusif smartphone Xiami Redmi 1s. Memang sih sebelumnya Xiaomi ini sudah masuk pasar Indonesia tapi masih sebatas black market dan tidak jelas garansi dan asal-usulnya. Selain itu, harga pasaran pun masih sekitar 2jt. Ketika Lazada mengumumkan iklan diatas, semua orang terkejut. Lebih lagi mereka yang sudah membeli duluan di seller lain dengan harga jauh lebih mahal.

Smartphone merk Xiaomi memang belum begitu terkenal di Indonesia. Tapi bagi saya dan para pemerhati gadget lain mungkin, Xiaomi ini adalah smartphone idaman yang sempurna. Kenapa? Jika dilihat dari spesifikasi, riview dan harga jual, Xiaomi itu benar-benar wah.
Perbandingan dari spesifikasi mungkin banyak yang masih kurang mengerti tapi akan saya kasih gambaran seperti ini: Spesifikasi yang ditawarkan smarphone Xiaomi Redmi 1s ini saja contohnya, harganya cuma 1,5 jutaan, tapi bisa sebanding dengan spesifikasi smartphone yang merek lain jual seperti Samsung atau Sony seharga 3-5 jutaan. Atau Xiaomi MI3 seharga 3,5 jutaan mungkin sebanding dengan smartphone Sony atau Samsung yang harganya 7jutaan.

Biasanya orang tidak mau membeli merk yang mereka rasa belum terkenal, apalagi berasal dari China. Tapi siapa sangka, Xiaomi adalah rajanya smartphone di China saat ini. Di tingkat dunia, Penjualan Xiaomi sudah berada di peringkat 3 dunia, dibawah Samsung dan Apple. Xiaomi bukan menjual smartphone yang "abal-abal" yang sering kita sangka dari kebanyakan produk China. Mereka mencoba menjual produk yang serius dan sungguh-sungguh. Dan mereka pun berhasil.

Kembali ke masalah Flash Sale. Ini mungkin bakal panjang..

Di awali dari keinginan mengganti xperia miro saya yang makin ketinggalan. Saya pun akhirnya bertemu Xiaomi dari review sebuah forum. Awalnya target saya adalah Xiaomi MI3 tapi kemahalan. Saya pun tertarik dengan Redmi Note, tapi sepertinya ukurannya bakal kebesaran. Akhirnya saya bertemu Redmi 1s. Kebetulan sekali, beberapa hari kemudian, iklan Lazada pun muncul dimana-mana mereka menyuruh calon pembeli untuk mendaftar antrian selama seminggu sebelum rilis. Mereka akan menjual secara khusus tapi hanya dalam waktu satu jam. Siapa cepat dia dapat.
Sebenarnya saya kurang senang dengan iklan yang muncul dimana-mana itu, karena bakal banyak orang yang tahu akan flash sale ini nanti dan saingan bakal tambah banyak.
Sehari sebelum rilis, saya membaca info bahwa yang mendaftar menjadi calon pembeli sudah sekitar 65ribu orang, sedangkan Redmi yang bakal dijual hanya 5ribu unit. Saya pun cemas, gelisah dan tidak sabar.

Hari itu pun tiba, saya mencoba peruntungan dengan pemikiran bahwa ga apa-apa tidak dapat pun, saya masih bisa beli di reseller walau harus menambah biaya sedikit lebih mahal.
Sayangnya, Ketika penjualan dibuka, server Lazada langsung down 2 menit setelah waktu pembukaan. Jelas saja, sistem siapa cepat dia dapat seperti ini sangat tidak cocok dengan antusiasme puluhan ribu calon pembeli dan hanya dibuka 1 jam saja.

Beberapa kali laman Lazada menampilkan pesan server sibuk yang membuat Twitter pun sempat ramai karna twit kekesalan calon pembeli. Tapi saya terus coba dan tidak beralih dari komputer sedetik pun. Ketika itu saya berhasil namun laman kembali sibuk. Saya anggap percobaan itu gagal, namun tiba-tiba saya mendapat e-mail dan sms dari Lazada untuk segera melakukan pembayaran. Awalnya saya ragu, tapi setelah cek ke atm, nama pemilik rekening tersebut benar punya perusahaan Lazada. Saya nekat dan saya transfer. Kurang dari sejam kemudian saya mendapat e-mail konfirmasi bahwa pembayaran dan pembelian sukses. Barang akan segera dikirimkan. Hahaha, saya bisa bernafas lega. SAYA MENANG!

Benar saja, esok harinya sebuah paket berisikan smartphone yang sedang heboh saat itu tiba. Saya adalah salah satu pembeli beruntung dari 65ribu orang di flash sale pertama. I am the choosen one!

Masalah lain dari para pembeli yang berhasil mungkin adalah ketersediaan Anti gores dan casing pelindung yang harus dibeli dari penjual lain. Kenapa jadi masalah? karena para penjual antigores dan casing pun diburu ribuan orang juga. Banyak penjual yang mengaku kehabisan stock berkali-kali.
Haha, emang dasar...
Saya aja karena kelamaan mencari dan ga ketemu, jadi hilang semangat beli casing. Sekarang antigores pun pake yang guntingan saja, haha..




Categories:

Selasa, 28 Oktober 2014

Internet Cepat buat apa? BANYAK PAK!


 Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Pertama-tama saya sangat bersyukur sekali karena akhirnya Menkominfo kita diganti juga dengan yang baru. YEAH!
Semoga Mentri baru bisa lebih ngerti tentang kemauan anak bangsa terhadap Internet dewasa ini.



Mantan mentri kominfo kita pernah bilang: "Internet cepat, buat apa?"
Semua pun menghujat dia karena kita tahu alasan dia menyebut kalimat tersebut secara tersirat ingin mengatakan bahwa kebanyakan pengguna internet indonesia itu menggunakan internet tidak semestinya dan menyimpang.
Tapi lupakan tentang itu. Karena terimakasih pak mentri, sekarang sudah ada "Internet positif" *wuu

Sebagian intelek muda pun angkat bicara. Banyak manfaat lain yang bisa didapat jika akses internet negara kita cepat dan murah. Seperti bisnis online shop, bisnis industri kreatif dan lainnya.

Satu yang terlintas dipikiran saya baru-baru ini.
Kebanyakan pengguna internet umumnya menggunakan internet untuk sosial media, hiburan dan games. Di bidang hiburan, ada sebagian pengguna yang mempunya hobi mengkoleksi dan menikmati file digital seperti musik dan film (seperti saya). Tak perlu dipungkiri, kita biasanya mendengar kata "download" itu dengan anggapan gratis dan legal. Padahal tidak semua yang bisa kita download itu legal walaupun gratis.

Adalah ilegal jika kita mendownload lagu dari seorang musisi tidak di situs penjualan resmi lagu tersebut seperti iTunes contohnya. Dan adalah ilegal jika kita menonton film hasil download di internet tanpa membeli dvd aslinya. Maraknya File Hosting (FH) yang menyediakan akses upload-download file apapun membuat tren ini berkembang tanpa "salam kenal", padahal tidak jarang file-file ilegal ada disana. Seperti FH Megaupload yang kena batunya dan sang pemilik kena sanksi penjara karena pelanggaran hak cipta.

Memang sih, sebagian FH biasanya ketat dan sigap menanggapi file ilegal dengan segera menghapusnya. Tapi yang namanya data di dunia internet itu seperti sebuah game pukul-pukul buaya yang suka ada di Timezone. Pukul disini, buaya di lubang lain muncul, pukul disana,  buaya di lubang yg lain lagi muncul dan seterusnya. Disini dihapus, pengguna lain disana akan mengupload ulang dan seterusnya.

Jadi, jika kita kaji ulang tentang internet cepat ini, kita bisa kena batunya juga.
"Jika kamu suka mendownload file secara ilegal, jangan berani-beraninya kamu menuntut pemerintah memurahkan tarif dan meningkatkan kecepatan internet negara kita. Karena kerugian yang kamu buat untuk pelanggaran hak cipta orang lain jauh lebih besar dari tuntutanmu."
Begitulah kira-kira yang terpikir oleh saya beberapa saat lalu. Saya pun jadi merasa minder sendiri.

Tapi tetap saja, ga semua orang kan seperti itu. Sebagian lagi butuh internet cepat untuk bisnis, gaming dan hiburan legal lainnya seperti menonton video di Youtube misalnya.
Coba saja, pernahkan selama ini anda menonton video di Youtube tanpa buffering? Jikapun pernah, apakah kualitas video yang anda tonton 720p atau 1080p? Atau bahkan 4K?
Mimpi!
Jaman sekarang, dengan kecepatan dan tarif internet saat ini, sungguh mustahil menonton video Youtube versi 4K tanpa buffering. Orang luar negri sih mungkin bisa. Kita? Entahlah, mungkin sampai anak cucu dewasa pun belum bisa mengalami.

Categories:

Minggu, 26 Oktober 2014

Insomnia


Akhir-akhir ini saya suka begadang dan bangun siang. Suatu malam sambil baca buku yang mana bacanya juga sudah ga fokus karena memikirkan hal lain. Hal lain tersebut adalah "apa alasan yang tepat yang bisa saya berikan kepada otak saya untuk mengakui bahwa kebiasaan saya ini normal dan otak sayalah yang menginginkannya?"

Saya mendapat jawaban bahwa mungkin saja ini bukanlah karena stress atau hal buruk lain seperti yang sering disebutkan di buku-buku insomnia dan tweet-tweet populer akun motivator, tapi ini lebih karena saya bahagia melakukannya.
Saya terlalu mencintai "hari ini" sehingga saya ingin lebih berlama-lama menghabiskan "hari ini" dibandingkan "hari esok".
Hari ini masih terhitung selama saya belum tertidur, jadi semakin lambat saya tidur hari ini maka "hari ini" saya pun akan lebih panjang. Lalu bagaimana dengan hari esok jika saya bangun kesiangan?
Hari esok itu fana. Hari esok itu tidak ada. Hari esok adalah istilah untuk menggambarkan pengharapan kita bahwa kita masih bisa hidup dan mengulang rutinitas hari ini di masa depan.

Ingat, kita hanya hidup hari ini saja.

Dan jangan terlalu dianggap serius tulisan ini karena saya sendiri merasa ini sudah terlalu sesat. Haha.

Categories:

Minggu, 28 September 2014

My First Touring with Road Bike

Persiapan sudah saya mulai sejak sehari sebelumnya. Sore sehari sebelumnya saya latihan gowes, lalu malamnya tidur lebih awal. Walau tidur lebih awal yaitu sekitar setengah delapan malam, saya akhirnya terbangun juga jam sebelas malamnya, dan ajaibnya, sampai subuh saya tidak bisa tidur lagi. Oh, mungkin bawaan kebiasaan begadang.
Semalam itu saya gunakan untuk mempersiapkan sepeda, mengecek segala perangkatnya supaya besok ga ada kesalahan teknis.
Awalnya saya sempat ragu mau melakukan perjalanan yang lumayan jauh ini, karena saya pikir saya kurang tidur dan itu bisa membuat saya tiba-tiba pingsan tengah jalan. Tapi saya beranikan juga mengambil resiko karena saya rasa saya cukup fit untuk melakukannya.
Saya harus nekat!
Begitulah yang ada dipikiran saya. Saya belum pernah bersepeda jauh lebih dari 50km. Paling jauh selama ini hanya 13km pergi-pulang. Well, saya masih sedikit fobia dengan tanjakan juga. Tapi ya, kapan lagi? Kalau tidak dicoba, kapan akan bisa?

Akhirnya Rute pun saya tetapkan. Dari rumah, di parungkuda, saya berencana pergi lewat jalan utama menuju lapangan merdeka sukabumi, lalu singgah ke sekolah lama saya SMKN1 sukabumi via jalan Secapa Polri. Yosh!


 Dan TERNYATA! Perjalanan saya ibarat mendaki sebuah gunung. Selama ini tidak pernah saya sadari bahwa dari rumah ke sukabumi jalannya menanjak begitu signifkan. Karena, yaah, selama ini saya cuma mengandari motor atau naik angkutan umum. Tapi setelah saya gowes setengah perjalanan, saya sadar, bahwa rute yang sedang saya lewati adalah tanjakan tiada akhir. Saya frustasi.
Kecepatan rata-rata saya pun menurun drastis, hanya sekitar 18km/h.
Sebelumnya sudah saya perhitungkan bahwa jarak tempuh saya hanya sekitar 25km. Jika saya berangkat dari rumah jam setengah enam pagi, dan dengan kecepatan rata-rata 30km/h, maka kurang dari satu jam pasti saya sudah sampai karena diperjalanan pasti ada jalanan menurun untuk melakukan sprint. Ternyata saya salah.
Yang jelas saya sampai lebih dari satu jam, karena saya juga mampir sebentar di cisaat untuk mengambil beberapa foto dokumentasi. Karena memang olahraga kali ini tidak terlalu saya fokuskan benar-benar "olahraga" tapi lebih kepada touring santai. Jadi ditengah perjalan saya bisa singgah di beberapa tempat untuk mengambil gambar photo sphere juga. haha.
Dan akhirnya, kebahagian itu datang juga setelah saya bisa mencapai tujuan. Ini pertama kalinya saya ber-minggu pagi di lapangan merdeka sukabumi. Dan wow, ternyata ramai sekali. Semua warga berkumpul untuk berolahrga, atau ada juga yang untuk nongkrong dan mejeng doang. (haha, saya bisa baca gelagat seseorang). Saya tidak bisa mengambil foto secara bebas karena terlalu banyak orang-orang yang bergerak, maka saya rencanakan kembali lagi kesini di jalan pulang nanti.
Saya duduk agak lama disana, mengistirahatkan otot karena saya harus bersiap mendaki lagi. Tujuan selanjutnya adalah mantan alias bekas sekolah saya dulu: SMKN 1 Sukabumi. Sudah lama saya ingin kesana, sekedar melihat perubahan dan bernostalgia. Sudah 3 tahun lebih saya belum pernah kembali kesini. FYI, sekolah saya ini ibaratnya ada di puncak sukabumi dan tata letaknya begitu rapi dan asri. Seluas mata memandang, hampir tidak ada sudut yang tidak ada "hijau"nya. Itulah yang membuat saya dan mungkin para pelajar turun temurun betah sekolah disini.
Ketika saya masuk dan menitipkan sepeda. Saya tak bisa berbuat banyak karena masih tidak percaya saya bisa sampai kesana hanya menggunakan sepeda. Saya pun lebih memilih menikmati momen, menatap lama dan memperhatikan setiap sudut sekolah lama saya itu daripada mengambil lebih banyak foto. Well. benar-benar menyenangkan.

Seperti rencana saya, saya tidak mungkin berlama-lama di Sukabumi karena tiap menit saya disini terik matahari makin memanas dan saya masih jauh dari rumah.
Saya pun pergi meninggalkan Sukabumi tapi sebelumnya menyempatkan kembali ke Lapangan Merdeka dan Mesjid Agung disana.
Dengan berbekal gugel maps, saya ingin mencoba rute baru untuk pulang yaitu dengan melalui Jalur Lingkar Selatan, Sukabumi. Seingat saya jalur ini masih sepi dan mungkin bagus untuk bersepeda, tapi anginnya lumayan kencang.

Setelah sampai di Jalur tersebut, saya frustasi lagi dengan kenyataan bahwa arah pulang dari sini adalah tanjakan juga?! "Lho, saya kan ke sukabumi tadi nanjak, kok pulang nanjak lagi, ga masuk akal!"
Tapi begitulah kenyataannya. Dari kota ke Jalur memang menurun. Tapi setelahnya, dari Jalur ke pertigaan di dekat Cisaat, merupakan tanjakan, karena posisi jalur ini memang terlalu bawah.
Yaah. Terpaksa saya lalui karena saya sudah terkurung disini, balik lagi nanjak, dilewatin juga nanjak, fuh.
Lagi lagi, ini adalah rute yang berat, saya hanya bertahan di 20an km/h sesekali ada turunan tapi segera setelah itu adalah tanjakan lagi. Niatnya saya mau melakukan sprint disini dan menghasilkan max speed baru, tapi saya salah rute, seharusnya pas pergi baru ambil rute ini, bukan pas pulang. Ya sudahlah.
 
 Lepas Jalur lingkar Selatan adalah rute menurun kembali. Tapi saya masih tidak senang dengan itu. Jalur yang saya lewati banyak rusaknya, dan ditengah terik matahari jam sebelas siang saya masih terhambat oleh padatnya lalu lintas juga. Sepeda Road bike ini tidak cocok dengan jalanan yang tidak mulus, jangankan berlubang, jalanan retak sedikit saja getarannya sangat terasa. oh sempurna.
Well, my friend, kenapa saya menulis ini, ya untuk virtual dairy saja sih sebenarnya. Dan untuk mengingatkan saya sendiri juga bahwa saya pernah melakukan ini semua. Saya ingin membuat catatan ini untuk mengingatkan bahwa akhirnya saya bisa dan pengalaman bersepeda saya pun bertambah. Touring singkat ini, yang walau saya jalani sendirian karena saya belum punya teman seperjuangan dalam hobi ini, saya ambil hikmahnya saja, toh saya juga ga terlalu ngotot selama touring, saya bawa dengan santai dan lebih kepada menikmati segala momen.

Sesampainya dirumah, saya lanjutkan tidur yang kurang semalam tadi. Bangunnya saya tulis blog ini. Lalu tidur lagi sampai keseokan siangnya karena badan saya berasa hancur semua. Dasar pemula, Haha.

Terimakasih sudah membaca. Maaf kalo ada salah salah typo.






Categories: ,

Jumat, 12 September 2014

Contribute Photo Spheres in Google Maps

Beberapa hari ini saya sedang ketagihan Photo Sphere. Tau apa itu?
Kalau enggak, saya kasih tahu. Photo Sphere adalah foto 360� ala google street view.
Foto yang dihasilkan berupa foto semua sudut: atas bawah kiri kanan semua terlihat.
Dulu, ketika pertama kali melihat street view photo sphere Green Canyon, USA, saya begitu terpesona dan kagum. Saya sempat berpikir keras, bagaimana bisa foto seperti itu tercipta? Ah, pasti dengan kamera khusus dan menggunakan alogaritma matematika. Ternyata benar. Kameramen google mengunakan kamera khusus yang bisa menangkap panorama dalam satu bidikan foto. Mereka membawa gadget tersebut dengan backpack modifikasi yang digendong oleh manusia, ada juga yang di modifikasi di atas motor dan mobil. Mereka tinggal berjalan dan membidik otomatis.
Belum pernah melihat foto photo sphere dari google maps street view? Kamu bisa melihatnya sekarang juga dengan pergi ke situs maps dan cari lokasi tertentu yang sudah ada street viewnya. Biasanya tempat-tempat wisata sudah ada street viewnya. Monas contohnya.
Kelebihan dari foto ini adalah bukan dari tampilan yang melengkung kalau kita lihat secara langsung seperti foto biasa. Tapi jika kita melihatnya dengan pembuka aplikasi khusus, foto maps, google+ atau google foto, kita bisa menggeser foto kita ke arah mana pun sehingga semua sudut terlihat.

Selang beberapa tahun, kini photo sphere pun sudah bisa kita hasilkan sendiri menggunakan smartphone. Dengan syarat menggunakan aplikasi kamera khusus yang kompatibel. Google Camera contohnya. Kita perlu membuat bidikan puluhan kali dalam aplikasi tersebut dan hasil foto akan di terjemahkan menjadi panorama sempurna oleh alogaritma aplikasi tersebut. Sayangnya hanya Android versi 4.4 (Kitkat) keatas yang mendukung aplikasi ini.

Awalnya saya sedih karena smarphone saya masih belum mendukung aplikasi photo sphere. Tapi sepertinya developer diluar sana berpikiran sama dengan saya. Mereka pun memodifikasi aplikasi yang tadinya berjalan di OS Android Kitkat sekarang bisa digunakan di OS Jellybean juga.
Tapi, ada syarat mutlak sebelum menginstal aplikasi ini di smartphone android kita yaitu smartphone kita harus memiliki sensor giroskopik (Gyro Sensor). Sensor ini beda dengan Accelerometer (pernah saya bahas di kaskus) dan tidak semua smartphone punya sensor ini.
Fungsi sensor ini jelas untuk mendeteksi sudut dan posisi bidikan karena sensor giroskop berpengaruh dengan gravitasi. Jadi sebelum instal, cek dulu hendheld masing-masing ya.

Download APK : New Camera APK (via google drive)
Instal secara biasa. Tidak memerlukan izin ROOT (thanks to :No-Frost: @ xda forums)

Cara pakai aplikasi ini cukup gampang. Pertama pegang dengan stabil smartphone kamu boleh menggunakan tripod boleh juga dengan tangan biasa. Lalu arahakan ke titik-titik yang sudah disediakan di layar aplikasi. Arahkan kesemua arah secara perlahan sampai semua titik terbidik, dan simpan. Tunggu aplikasi merender panorama. setelah selesai, enjoy the photo sphere that you create!
Paling asik jika melihat dengan efek gyro. 

Alhasil, saya pun kagum dan ketagihan dengan aplikasi ini. Saya pun mencoba membidik panorama disekitar rumah saya.



Google membuka peluang berkontribusi di street view. Kita bisa mengupload hasil foto kita baik itu foto biasa maupun foto panorama 360� ke google maps. Dan jika berhasil mereka konfirmasi. Foto kita pun akan mereka gunakan sebagai foto publik dengan hak cipta dari masing-masing pengupload.

Hasil Foto saya pun sudah saya upload ke google maps. Dan sepertinya sudah di konfirmasi menjadi foto publik hanya dalam waktu satu hari. Salut dengan kecepatan kerja google.
Foto tersebut bisa dilihat di link berikut: views
(klik icon "street view" di kanan bawah layar, akan muncul titik-titik biru di layar yang menandakan lokasi foto street view)

Gimana, sudah siap mencoba?

Categories: ,

Minggu, 17 Agustus 2014

Nasionalisme Yang Mulai Memudar



Selamat Hari Kemerdekaan RI ke-69, MERDEKAA!!


Sebenarnya ada banyak hal lain yang ingin saya tulis dan topik lain yang ingin saya luapkan. Tapi mumpung sedang momen 17-an, apa salahnya saya posting sebuah postingan dulu, betul?
Begini ceritanya, hari kemerdekaan ini saya manfaatkan untuk mendapatkan "kemerdekaan" juga dengan bangun lebih siang alias jam 11 siang. well, rasanya benar-benar merdeka, haha.
Tapi yang bikin miris adalah, dilingkungan tempat tinggal saya, sepertinya rasa nasionalis sudah mulai memudar. Tak ada palang-palang bendera, tak ada hiasan-hiasan jalan warna-warni, tak ada bendera-bendera plastik kecil bergelantungan di gang-gang. bahkan, tak banyak warga yang memasang bendera kain dengan tiang di depan rumah-rumah mereka.
Mulai dari seminggu sebelumnya, 3 hari sebelumnya, bahkan 1 hari sebelum 17 Agustus pun, nihil.
Tapi untungnya masih ada hiburan seperti beberapa lomba khas 17an di lapangan sana. Hanya saja. karena saat ini sulit mendapat pohon pinang, lomba panjat pinang pun diganti dengan lomba panjat batang bambu. Ya, batang bambu yang agak besar dan tidak terlalu tinggi.
Saya sudah tidak lagi antusias mengikuti lomba-lomba tersebut seperti dulu kala, bahkan menonton acaranya pun saya tidak. Alasan saya? jaga toko dan cari uang.
"Kok bisa? kenapa tidak libur saja barang sehari, nikmati momen ini dan rehatlah sejenak. Renungkan makna kemerdekaan dan jasa para pahlawan."
pertanyaan ini saya sendiri yang buat. Saya pun tidak habis pikir. Lalu ketika saya renungkan lagi, mungkin ini jugalah pertanyaan untuk para orang-orang yang nasionalisnya mulai memudar tadi, mereka,.. kita terlalu sibuk mencari jati diri dan kekayaan, tanpa mempedulikan sejarah... dan beban pikiran.
lho?
Yah, ga nyambung, nanti deh saya edit lagi. lagi malas juga ini sebenarnya mau nulis..haha.
dah.

Categories:

Selasa, 29 Juli 2014

Maaf kalau ada kesalahan, Selamat Berlebaran!

HAPPY EID MUBARAK!
SELAMAT IDUL FITRI 1435H! MOHON MAAF LAHIR BATIN!

Benar-benar singkat ramadhan terasa. Puasa sudah selesai, dan Idul Fitri pun sudah tiba. 
Saya merasa banyak sekali kekurangan di Ramadhan tahun ini. Ibadah tidak maksimal, silaturahim pun tidak maksimal. Saya sadar, Ramadhan saya kali ini begitu buruk. Semoga Allah mengampuni saya, Amin.

Well, Ramadhan kali ini pun dipenuhi dengan banyak momen. Seperti kita tahu, Ramadhan bertepatan dengan Piala Dunia, Pilpres RI 2014, lalu perang yang memanas di Gaza, kecelakan pesawat MH17 di Ukraina, dan beberapa isu kecil lainnya. Seperti isarat bahwa kita harus benar-benar khusu beribadah karena usia dunia yang sudah semakin tua, sementara saya malah terlena dengan mencari rezki sebanyak-banyaknya. Astagfirullah.

Baydewei, maaf baru sempat menulis lagi. Mumpung masih ada momen lebaran, saya sempatkan menulis satu postingan ini. Sebenarnya saya sudah menyimpan beberapa draf yang belum sempat di posting karena belum begitu selesai ditulis. Banyak pemikiran yang sempat terpikirkan dan ingin saya luapkan, tapi apa daya, waktu luang saya tidak memadai. Semoga minggu-minggu berikutnya saya bisa menulis lagi. SEKALI LAGI, MAAF LAHIR BATIN YA, Sampai jumpa.

Categories:

Sabtu, 28 Juni 2014

Last Riding Before Ramadhan. That Was Emotional!


That was emotional. Can't enjoy it.
 Baru beberapa menit gowes atau sekitar beberapa ratus meter saya berangkat. Kejadian memalukan terjadi pada saya. Saya nyaris terpental seperti gambar ilustrasi diatas karena mengerem ban depan secara maksimal. Apa sebabnya? Jadi ceritanya begini....

That was a Bad Idea.
Kejadian tadi sore ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi dan bayangan-bayangan saya.
Awalnya saya mengira, "jika sekarang malam terakhir sebelum bulan puasa, pasti banyak yang lagi bersepeda sore nih."
Tapi ternyata, ga ketemu satupun. Sialnya lagi jalanan ramai dan macet dibeberapa tempat.

Seperti saya bilang diatas, bersepeda tadi itu begitu emosional.Kenapa? Karena jalanan yang ramai, saya lupa pakai masker, dan macet parah di beberapa titik.
Lalu kejadian memalukan sempat pula saya alami.
Ketika beberapa ratus meter dari titik berangkat, ada sedikit kepadatan jalan. Oh iya, FYI, saya ini tadi bersepeda di jalan raya, jalan utama Sukabumi-Bogor. Lalu saya salah sangka mengira jalanan bakal sepi dan banyak yang bersepeda untuk terakhir sebelum ramadhan. ternyata salah besar.
Orang-orang sedang keluar memadati jalan, mungkin untuk beli makanan untuk persiapan sahur dan keperluan lainnya.

Kembali ke kejadian memalukan tadi. Saat itu saya kurang fokus dan melepas sebelah tangan untuk mengatur stopwatch di jam tangan saya. Tanpa saya duga mobil sport hitam di depan saya berhenti mendadak (atau mungkin memang berhenti secara normal, karena saya kurang fokus juga).
Otomatis saya panik dan refleks mengerem maksimal. Dan.. tanpa sadar saya mengerem ban depan secara maksimal, ban depan tersebut berhenti total ditengah laju saya yang tidak terlalu cepat tapi sanggup untuk membuat bagian belakang sepeda saya terpental. UNTUNGNYA, saya masih bisa pegang kendali dengan kuat sehingga saya tidak sempat terjatuh, hanya tertatih-tatih. Saya pun menepikan sepeda saya dan pura-pura cek jam tangan sambil geleng-geleng mengarah ke mobil tadi (alih-alih supaya tidak malu dilihatin para pengendara yang melihat kejadian saya tadi). Sambil pura-pura, saya juga sambil menahan rasa sakit di selangkangan karena frame sepeda sempat mental kesana. Ugh.

Cukup beberapa saat saja, saya punya target waktu dan saya harus sudah arah balik dan sampai rumah sebelum jam 6 pikir saya. Maka saya pun melanjutkan menggowes sepeda.
Sepanjang jalan biasa saja, hanya yang bikin emosional lainnya adalah dada sesak karena banyak menghirup gas karbon dijalan. Saya menyesal tidak memakai masker sebelumnya.
Saya pun sampai di beberapa titik kemacetan dan tidak kalah emosional lagi karena harus memperlambat laju.

Sebenanrnya bukan itu yang paling menjengkelkan, tapi kejadian ini: Bayangkan dimana saya seharusnya melakukan sebuah sprint di jalan menurun untuk mendapat tenaga karena selanjutnya adalah jalan tanjakan, tapi ditengah sprint malah ada kemacetan. Lalu tadi sempat pula, ketika sedang berusaha di tanjakan yang lumayan panjang, saya diberhentikan karena ada mobil yang mau masuk persimpangan, Argh! Anda pasti tahu bagaimana perasaan itu. "Nikmat" minta ampun.

Tapi saya senang. Sekarang saya sadar saya mulai terlatih. Saya melewati beberapa tanjakan lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Cuma satu kekurangan yang saya miliki, saya tak memiliki banyak waktu luang untuk bisa bersepeda lebih jauh dan lebih lama karena selalu berbenturan jam kerja.

Eniwei, Walau sempat malas karena badan sedikit pegal, Alhamdulillah, saya tidak melewatkan tarawih pertama malam ini.

Selamat Puasa.







Categories: ,

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © Maniak Game Indo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑