Maniak Game Indo: Video
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2015

DIY 360� Rotating Time Lapse for Action Cam (GoPro, SJCAM, Xiaomi Yi, etc)

Pernah lihat video-video time lapse dan hyperlapse? Mungkin dari film-film atau video youtube?
Konsep Time Lapse yang saya bahas disini adalah yang dengan memutar kamera selambat mungkin sambil melakukan perekaman atau Rotating Time lapse. Alat aslinya yang untuk keperluan profesional memang banyak yang jual, tapi kisaran harganya juga lumayan. Ada yang digital ada juga yang analog. Kisaran harganya 200rb-1jtan.

Contoh alat time-lapse professional

Karena itulah banyak orang menyarankan bikin sendiri atau DIY. Untuk tipe analog alatnya sederhana yaitu analog timer seperti Kitchen Timer.
Kitchen timer juga konsepnya sama, dia berputar sesuai waktu yang kita tentukan. Maksimal biasanya 60 menit (analog pro biasanya ada yang sampai 120menit). Sama halnya dengan knob mesin cuci yang punya kisaran waktu 30 menit. Tapi kita ga mungkin membongkar dan merusak mesin cuci kan?

Mungkin anda sudah pernah lihat tutorial alat ini di Youtube. Saya juga tahu dari sana dan ingin sekali mencoba tapi terkendala bahan. Kebanyakan tutorial, mereka menggunakan IKEA kitchen timer yang berbahan alumunium, Harga 100rb-an. Lebih gampang di modifikasi. Tapi di indo, tidak ada yang jual secara online. kalaupun ada, stok merek selalu kosong.

Dengan Ikea kitchen timer, contoh kreasi dari tested.com

Disana saya mulai mencari alternatif. Akhirnya ketemu juga, ternyata banyak yang jual di situs bukalapak.com dan tokopedia.com (search saja "kitchen timer"). Saya ambil yang model ini dengan harga 45rb. Bentuk persegi, cukup berat yang artinya bagus. Bidang bawah datar dan berkaret.
Kitchen timer yang saya gunakan

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- Kitchen Timer
- Standar Hook Mount
- Solder / Cutter
- Hot Glue (lem panas)


Proses pembuatan :
Selanjutnya adalah memikirkan cara memodifikasi sehingga bisa menempelkan kamera diatasnya.
Untuk versi yang saya buat. Saya ambil hook yang jarang saya pakai, untuk saya tempel di knob timer.
Saya potong dan lelehkan pingiran dengan solder. Sedemikian rupa, lalu saya rekatkan dengan hot glue.
Maaf karena foto proses pembuatan tidak sempat saya ambil. Saya lupa dan tahu-tahu sudah jadi.



Jangan lupa bersihkan pinggiran knob supayatetap bisa bebas berputar.

Tips : Jika ingin membuat versi lain dengan mount lain. Usahakan totalnya tidak terlalu berat agar putaran timer tidak terganggu. Perhitungkan semua berat dan kameranya.
Jika tidak punya bahan dan alat diatas. Bisa juga menggunakan obeng yang dipanaskan atau lem dengan power glue.
Kerapihan tergantung pekerjaan masing-masing.

Dengan kitchen timer biasa ditambah 3D printed mount, contoh kreasi dari thingiverse.com

Selanjutnya tinggal pasang pada tripod. Saya gunakan smartphone clamp bawaan monopod Attanta yang saya beli. Dia mempunyai lubang tripod di atas dan samping.
Untuk DSLR, saya ragu apakah kitchen timer ini sanggup atau tidak karena dslr cukup berat. Saya pun belum sempat mencoba karena bingung untuk mounting nya.



Saya belum sempat membuat video hasilnya  di youtube. Tapi saya sempat merekam beberapa moment ketika berlibur ke Pantai kemarin. Saya posting di Instagram (favorit saya yang nomor 3).
A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on


Tips : Jika ingin merekam langit. Cari moment ketika langit cerah berawan. Jika ingin merekam kerumunan, cari tempat yang ramai sehingga pergerakan lebih banyak terekam dan hasil akan semakin menarik.
Selamat mencoba!


Baca Juga : DIY Tutup Lensa untuk SJCAM-mu

Categories: , ,

Rabu, 12 Agustus 2015

DIY Lens Cap for Action Cam (SJ4000, GoPro, Xiaomi Yi, etc)

Lens Cap atau tutup lensa. Aksesoris satu ini ga ada dalam bawaan paket pembelian, padahal ini sangat diperlukan untuk melindungi lensa action cam kita.
Iya, pasti anda berpikiran, kenapa perlu tutup lensa, kita kan pakai casing anti air?
Nah, itu sudah saya bahas di Review sebelumnya. Casing anti air itu tombolnya keras dan bisa merusak tombol didalam.

contoh tutup lensa yang dijual di pasaran 
 
Jika kita lihat dari banyak penjual. Kisaran harga untuk tutup lensa action cam apapun adalah 30rb-100rb lebih. Semahal itu hanya untuk sepasang tutup karet. Belum lagi ongkos kirimnya.
Dari sinilah saya berinisiatif membuat sendiri saja tutup lensa. Saya ingin membuat yang good looking dan sedikit rapi. Biar lebih enak dipandang.
Cuma perlu bahan-bahan bekas. Gratis!

Lens cap ini bisa untuk action cam apa saja selama konsep membuatnya sama seperti yang saya buat.

LET'S GET STARTED

Bahan yang dibutuhkan :
- Botol plastik yang mempunyai bidang datar (botol larutan penyegar). Bukan tutupnya.
- Lembaran plastik datar tebal sekitar 1mm (ambil dari bekas derigen atau yang serupa).
- Lakban hitam.
- Double Tape.

Alat yang dibutuhkan :

- Gunting / Cutter.


Step-by-step dalam video

Step 1 :
- Gunting botol plastik yang mempunyai bidang datar menjadi bentuk persegi panjang. Panjang yang dibutuhkan cukup mengelilingi lingkaran lensa, tinggi sekitar 2cm atau secukupnya.
- Beri sedikit dauble tape diujung bidang, ukur lingkaran lensa dan rekatkan sementara.
- Balut bidang dalam lingkaran dengan lakban hitam, lebihkan bawahnya untuk dilipat keluar.
- Pastikan masuk dengan pas dan rapat.
- Balut juga bagian luar lingkaran dengan lakban hitam, gunting pinggiran lebihnya.

Step 2:
- Untuk tutup atas, gunting lembaran plastik tebal tadi jadi bentuk persegi 22mmx22mm
- Gunting bagian sudut dan bentuklah lingkaran yang pas dengan diameter tutup tadi.
- Balut dengan lakban hitam serapi mungkin, gunting pinggiran.
- Letakkan ditengah sambil ditempel dengan lakban lagi.
- Setelah semua lakban dilipat rapi, lapis dinding luar dengan lapisan lakban terakhir.
- Done!



Tips : Seperti yang saya tulis di review sebelumnya, usahakan untuk menggunakan waterproof case sejarang mungkin. Karena selain tombolnya keras, lama-kelamaan juga bisa merusak tombol di dalam circuit sjcam (tombol wifi saya sudah rusak karenanya).
Maka gunakanlah naked frame untuk aktifitas penggunaan sehari-hari. Bisa pakai yang bawaan. Atau beli model lain. Tapi karena yang bawaan biasa saya pakai untuk dash cam, maka saya lebih milih beli naked frame lain.

Nah, karena sjcam kita jadi telanjang, disinilah tutup lensa diperlukan. Selain itu gunakan juga anti gores smartphone untuk bagian layar belakang. Gunting sendiri secukupnya.
Pastikan membuat lens cap yang rapat dan menempel ketat. Supaya tidak mudah jatuh. Ketika dilepas, simpan di dalam saku kemeja atau celana. Bawa kemana-mana.
Kalau perlu, buatlah lebih dari satu.




Baca juga : DIY 360� Timelapse untuk SJCAM-mu

Categories: , ,

Sabtu, 04 April 2015

Morning Ride - Road Cycling with SJ4000

Akhirnya video ke-2 untuk channel youtube saya selesai dirilis seminggu yang lalu.
Melalui 2 hari proses editing, video berdurasi 3 menitan tersebut berhasil saya upload. Belum lihat? silahkan tonton dulu:
Video ini di rekam 100% menggunakan SJCAM SJ4000 WIFI seperti yang saya review kemarin.
Di rekam di daerah jalan raya Cikidang-Pelabuhanratu KM17 pada hari minggu 22 maret 2015. Saya sangat beruntung karena cuaca saat itu cerah sekali.
Sebelumnya memang sudah saya rencanakan pada minggu pagi tersebut untuk bersepeda kesana. Tapi karena pengalaman saya bersepeda ke lokasi akan memakan waktu cukup lama dan energi cukup banyak, sementara waktu yang bagus untuk mengambil gambar juga terbatas, maka saya membawa sepeda dengan mengendarai mobil pribadi terlebih dahulu ke lokasi pengambilan gambar. Saya membawa kakak ipar untuk supir cadangan dan adik saya untuk beberapa sudut pengambilan gambar dari dalam mobil.

Sebenarnya jalanan tidak se-sepi seperti yang terlihat di video. Saya hanya memilih momen-momen yang pas ketika jalanan sepi untuk mengambil gambar tersebut.

Saya hanya mempunyai satu baterai pada kamera saya dan menurut perhitungan saya, saya punya waktu kurang lebih 90 menit untuk merekam semua sudat yang saya butuhkan. Cukup tricky, dan sebenarnya saya masih punya sisa baterai saat itu. Saya masih bisa merekam beberapa sudut lainnya, tapi sayang saya tidak sempat.

Sesampainya dirumah, saya lihat kembali hasil rekaman dan saya merasa tidak begitu puas karena alasan tadi. Masih ada beberapa sudut kamera yang tidak sempat terekam. Tapi mau tidak mau saya harus edit hasil yang ada.

Proses editing tidak langsung saya kerjakan hari itu, bahkan keesokan harinya masih belum saya mulai. Saya juga punya pekerjaan lain, jadi perlu mencari waktu luang yang pas, karena editing video tidak se-simple editing foto. Perlu waktu lumayan lama dan konsentrasi juga.
Saya mengedit video ini 100% menggunakan Adobe Premiere Pro CC. Skill editing saya masih pas-pas-an, jadi harap maklum dengan hasil video tersebut.

Terimakasih sudah menonton dan membaca.

Categories: , ,

Minggu, 01 Maret 2015

Review SJCAM SJ4000 WIFI


Setelah menunda cukup lama, akhirnya saya mantapkan hati untuk membeli action camera.
Berhubung budget untuk membeli GoPro tak sampai (atau mungkin terasa kemahalan), saya memilih untuk membeli action cam serupa yang lagi naik daun saat itu: SJCAM.
Merk SJCAM saat ini sudah punya beberapa tipe kamera baru seperti M10 dan SJ5000.
Setelah saya menelusuri banyak riset dan riview, saya akhirnya memilih untuk mencoba SJ4000 WIFI dulu.
Dilihat dari spesifikasi dan harga, saya rasa cukup sebanding (sekarang harganya sudah turun banyak dibanding harga pertama rilis).

Singkat cerita, saya mencoba mencari reseller yang cukup terpercaya.
Saya tak berniat mencari reseller luar negeri, yang mana faktanya memang lebih murah dari reseller lokal. Saya pun mulai mencari dari kaskus, lazada sampai bukalapak.
Alhasil saya menemukan seorang penjual yang mematok harga paling murah dibanding semua dan dengan kelebihan dia memberikan bonus monopod dan banyak review pembeli yang puas dengan penjual ini.

UNBOXING

Setelah mengecek kelengkapan dan keadaan, kamera saya cas untuk saya tes keesokan harinya.
Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 jam untuk mengisi ulang baterai sampai penuh. Dan daya tahan baterai tersebut kurang lebih 80-90 menit rekaman video HD 1080p.

Kelebihan dari kamera ini adalah sudah ada layar lcd/led untuk melihat hasil footage kameranya. Itulah alasan kebanyakan orang membeli kamera ini.
Bandingkan dengan GoPro yang 3 kali lipat harganya tapi masih belum dilengkapi layar lcd/led. Atau bandingkan dengan merk lain yang seharga, tapi masih belum punya layar juga (saat saya beli ini, xiaomi yi belum rilis)
Selain itu, fitur yang disediakan cukup banyak dan firmware kamera juga bisa diupdate setiap ada pembaruan. Caranya download firmware di situs resmi SJCAM.






TESTING PHOTO

Saya sudah cukup banyak mencoba mengambil gambar dan video dengan kamera ini. Hasil gambar bisa dibilang tidak seperti yang dibayangkan. Walau katanya resolusi kamerannya 12MP, tetapi sensor kameranya sendiri hanya 3MP. Jadi gambar 12MP yang kita ambil hanyalah perluasan pixel.
Makanya orang menyarankan jika ingin mengambil foto, cukup rubah setingan ke 3-8MP saja untuk menghemat memori.
Action :
 Frame from Video :

Landscape :

Indoor / Low light  :

(hasil foto diatas adalah hasil foto jujur tanpa edit, sedangkan yang di instagram saya, kebanyakan sudah saya edit)

TESTING VIDEO

Untuk video, kenapa bisa merekam High Definition (HD) 1080p? Sebenarnya untuk merekam video HD, sensor kamera sebesar 2MP saja sudah cukup.
Lalu berapa cepat kemampuan rekaman kamera ini (frame per second)? Sebelumnya mungkin ada yang agak bingung dengan maksud frame per second (fps)?
Fps adalah istilah untuk menyebut kemampuan hasil tangkapan frame setiap detik pada sebuah kamera. Jadi sebuah video pada dasarnya adalah gambar yang bergerak. Dalam satu detik misalnya sebuah kamera berhasil menangkap 30 gambar. Gambar tersebut menjadi seolah bergerak karena banyak dan berubah. Nah, semakin banyak hasil tangkapan dalam setiap detik, semakin bagus kualitas video tersebut, apalagi jika ingin di perlambat (slow motion). Kebanyakan kamera biasanya mampu menangkap frame mulai dari 30fps, 60fps, 120fps, 240fps, dan seterusnya.

Di pengaturan kamera SJCAM ini memang ada pilihan "1080p 30fps", "720 60fps", "720p 30fps", "wvga" dan "vga". Tapi, sekali lagi, pada kenyataanya, maksimal frame per second (fps) yang bisa direkam hanya 30pfs. "720p 60fps" hanya mengulang frame alias 2x30pfs. Framenya sama tapi di double.
Makanya, untuk menghasilkan video slow-motion, mungkin agak sulit dengan yang diharapkan.

Jangan khawatir, untuk kamera harga sejutaan, SJ4000 ini bisa dibilang sangat memuaskan. Saya cukup happy dengan kamera ini.
Selama videonya bisa diedit, bukannya bagus? Untuk video masih bisa difilter dan diatur kualitas warna dan cahayanya di aplikasi pengedit video. Dan untuk foto apalagi, labih gampang dieditnya, juga bisa diambil dari frame di dalam video.
Pokoknya asal bisa mengedit, semuanya bisa keren. Trust me!
Berikut beberapa video hasil rekaman SJCAM saya (tonton dalam kualitas HD atau minimal 480p) :
 
 (Maaf kalau editan diatas masih cupu, itu rekaman amatir dan editan pertama)


Sebenarnya SJCAM sudah merilis model baru yaitu SJ5000+ dan didukung dengan resolusi lebih besar dan prosesor baru, sayangnya budget saya ga sampai kesana. Niat saya adalah ingin mempunyai action cam dengan budget seminim mungkin. Selain itu saya juga hobi bersepeda, lumayan kan bisa dipakai untuk merekam aktivitas.

A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

Ingin tahu cara buat video hyper-lapse di atas?
A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on


A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

Masih ada beberapa lainnya. Kalau masih penasaran, cek video dan foto lainnya di Instagram @dirasap.
(Jika anda buka blog ini lewat dekstop, widget Instagram saya ada di sebelah kanan.)


REVIEWS

Plus :
    - Harga Murah!
    - Built in LCD untuk melihat hasil footage.
    - Aksesoris sama dengan GoPro, kecuali waterproof case aja. Artinya gampang dicari.
    - Kualitas video ga kalah jernih. Baterai awet. Cukup memuaskan.
    Minus :
      - Frame per second hanya sampai 30fps, artinya kurang smooth untuk slow motion.
      - Kualitas hasil Foto kurang bagus dari segi kerapatan piksel.
      - Aplikasi Wifi kurang smooth dan punya beberapa bug (developer jarang update.
      - Tombol di waterproof case agak keras.

      Tips : Hati-hati ketika menekan tombol-tombol lewat waterproof case. Karena agak keras, kita jadi perlu menekan secara full tenaga. Tapi akibat itu, tombol didalam jadi tertekan secara keras dan full juga yang mengakibatkan tombol di dalam circuit bisa lepas jika sudah keseringan.
      Dari pengalaman ini, saya anjurkan untuk tidak sering-sering pakai waterproof case. Pakailah naked frame yang satu lagi, lebih gampang nantinya untuk menekan tombol-tombol, dan kualitas input audio juga akan makin jernih.
      Pakailah waterproof case ketika main air saja. Atau pakai sejarang mungkin supaya tombol sjcam awet.

      (Karena tombol atas/wifi saya rusak, dan ongkos servis lumayan mahal (150rb katanya), Saya beranikan membongkar kamera saya dan berniat membetulkan sendiri. Setelah saya bongkar, ternyata komponen terlalu kecil, saya ga sanggup solder balik. Akhirnya dibiarkan apa adanya saja. Untung masih ada tombol bawah).

      *Update: Jika kebetulan tombol wifi kamera mu juga rusak dan garanasinya sudah habis, Tukang servis handphone ternyata juga bisa membetulkan. Karena saya bisa bongkar sendiri kameranya, tadi saya minta tolong kepada tukang servis untuk membetulkan tombol wifi kamera saya yang lepas. Ternyata dia bisa dan hanya kena cas 30rb. Lebih hemat banyak karena awalnya seller kamera saya bilang bisa servis tapi klaim biaya servisnya 150rb.

      CONCLUSION

      Banyak yang bertanya, bagaimana perbandingan SJCAM dengan GoPro atau yang terbaru adalah bagaimana perbandingan SJCAM dengan Xiaomi Yi.
      Well, kalau dengan GoPro, bisa kita bilang tidak adil. Dia sudah menang nama dan brand. Makanya harganya melambung tinggi. Terlalu banyak biaya iklan. Kita ga bisa bandingkan karna harganya saja sudah abnormal (antara 3-5 kali lipat harga sj4000).
      Tapi sebenarnya, kualitas gambar sjcam banyak yang bilang saat ini hampir menyamai gopro (trust me, sebelum beli sj4000 ini, saya sudah riset sana sini dan tonton review sana sini juga) kecuali Hero 4 Karena waktu itu Hero 4 juga belum rilis. Bayangkan kedepannya. Mungkin nanti akan ada produk baru sjcam yang bisa melebihi gopro dengan harga jauh lebih murah juga.
      Kalau di bandingkan dengan Xiaomi Yi, jujur pada saat saya beli sj4000 ini, xiaomi yi belum rilis dan belum booming. Padahal pada saat itu, saya sudah jadi fanboy xiaomi dan punya Redmi 1S juga.
      Mungkin hanya selang beberapa minggu, Xiaomi Yi mulai dijual di situs langganan saya. Saya merasa sedikit menyesal karena sebenarnya lebih percaya dan suka Xiaomi. Lalu saya riset lagi, dan saya sadar kalau perbedaannya mungkin hampir tidak ada. Well, malah bisa dibilang masih menang SJCAM.
      Kenapa? Karena setelah saya lihat hasil tes kameranya di youtube, saya anggap kualitas gambarnya tidak berbeda jauh. Xiaomi saya anggap kalah karena dengan harga yang sama (saat itu) dengan sj4000, dia masih tidak dilengkapi dengan layar belakang. Masih perlu ribet melihat hasil gambar lewat wi-fi.
      Belum lagi rentang harganya. Memang saat ini harga Xiaomi Yi lebih murah sekitar 200-300rb. Tapi dalam paket pembelian, Xiaomi Yi cuma dapat kamera saja, Tanpa aksesoris. Sementara SJCAM sudah dilengkapi banyak aksesoris. Waterproof case Yi saja harganya 200rb lebih. Belum lagi segala macam mount dan joint yang diperlukan. Apalagi kalau kameranya mau digunakan untuk kegiatan action, otomatis perlu lebih banyak jenis aksesoris.

      Sisanya anda yang menentukan.

      Hanya saran saya, kalau berniat membeli sjcam juga, pastikan beli yang asli, yang mereknya "SJCAM", bukan yang lain. Karena kalau yang lain belum tentu hardwarenya sama, dan lensanya juga kadang lebih kecil. Hati-hati.
      Sekarang-sekarang ini sudah mulai banyak kok reseller di Indonesia, ga perlu order dari luar negri lagi seperti beberapa bulan yang lalu. Dan beberapa seller juga sudah mulai berani menambahkan garansi.

      Tips Membedakan Fake dan Real SJCAM :
      - Yang paling utama adalah logo "SJCAM" nya. Setiap produk asli pasti ada logo "SJCAM" di Box, di casing depan kamera (bergandengan dengan logo "SJ4000 WIFI"), dan di logo pembuka ketika kamera dihidupkan.
      - Ingat bahwa produk SJCAM cuma sampai SJ5000+ (untuk saat ini). Jangan tergiur dengan produk lain dengan iming-iming SJxxxx yang katanya prduk baru padahal sebenarnya produk tiruan. Seperti SJ6000 atau SJ7000. Cek semua produk asli SJCAM hanya di situs resminya.
      - Tampilan menu (User Interface) pada SJCAM yang asli mempunya ciri khas berlatar belakang putih dan kursor hijau.
      - Casing anti air SJCAM yang asli mempunyai 8 baut berwarna putih di lensa depan.
      Gambar selengkapnya bisa cek disini.
      - [Experimental, garansi hilang] Kalau perlu, lakukan pembongkaran untuk melihat chipset dalamnya, novatek atau bukan (MTKxxx)



      Ingin bertanya perihal hal lain terkait sj4000 ini? tulis lewat disqus comment di bawah, atau instagram @dirasap
      Tapi sebelumnya, mohon baca dulu disqus comment dan FAQ di bawah karena banyak sekali yang bertanya pertanyaan yang sama.

      FREQUENTLY ASK QUESTION

      A : "Belinya dimana gan?"
      Q : Saya beli di Bukalapak.com

      A : "Bagusan mana SJ4000 sama Xiaomi Yi?"
      Q : Dua-duanya sederajat, cuma perbedaannya Xiaomi Yi ga punya layar, SJCAM punya. Saya sudah mention diatas kenapa saya lebih memilih sj4000.

      A : "Cara cas-nya gimana? Dan cara tau kalau baterai sudah penuh gimana?
      Q : Sama saja seperti cas smartphone. Pakai adapter apa saja bisa. Cas ketika kamera dalam keadaan mati, nanti di layar ada animasi baterai sedang mengisi. Kalau baterai penuh, lampu biru menyala atau animasi baterai berhenti di posisi penuh.

      A : "Kenapa ya kalau disambung ke hp lewat wifi suka lag dan putus-putus."
      Q : Seperti saya mention diatas, itu memang salah satu kekurangan wifi sj4000. Juga kekurangan aplikasi SJCAM di playstore nya. Mau ga mau memang seperti itu adanya.
      Solusi yang saya sarankan, kalau mau mendownload hasil foto/video, pakai saja kabel usb via laptop, atau pakai OTG card reader via smartphone dengan syarat smartphone-mu harus support On-The-Go (OTG). Kalau mau selfie, coba cara di bawah.

      A : "Cara ambil Selfie gimana? kok ga ada timer-nya?"
      Q : Di menu sjcam ada pilihan "Capture Mode". Disana ada pilihan Single, 3S, 5S, 10S.
      Single untuk pengambilan langsung dengan sekali klik. 3S untuk pengambilan beruntun tiap 3 detik setelah di klik OK, lalu akan berhenti mengambil ketika OK ditekan sekali lagi. 5S untuk tiap 5 detik, 10S untuk tiap 10 detik. Hanya ini cara untuk mengambil "selfie". Nanti tinggal pilih mana hasil yang bagus.

      A : "Itu edit foto dan videonya pakai aplikasi apa?"
      Q : Saya biasa edit foto lewat android pakai aplikasi "Snapseed". Untuk video, saya biasa edit lewat laptop pakai Adobe Premiere.

      A : "Kok hasil videonya ga bisa diputar di hp saya?"
      Q : Hasil video sj4000 formatnya .mov. Mungkin tidak semua android support pemutaran videonya di aplikasi bawaan. Coba putar pakai aplikasi MX Player. Kalau masih belum bisa. Usahakan ukuran video yang direkam tidak terlalu panjang atau besar. Convert atau edit dulu saja di laptop. (Caranya gugling saja).


      Baca juga : DIY Lens Cap. Buat Sendiri Tutup Lensa untuk SJCAM, Xiaomi Yi, GoPro atau Action Cam lainnya!


      Categories: ,

      Minggu, 05 Januari 2014

      The Secret



      Watch this first! Recomended for every human in the universe!


      lihat disini kalau embed video tidak muncul : http://www.youtube.com/watch?v=waTalKjQTEE#t=266

      Film ini memberitahu kita sebuah rahasia yang sebenarnya bukan rahasia sama sekali..

      POLA PIKIR. Itulah yang mengatur segala kehidupan kita. Jika kita selalu berpikiran negatif, seperti: selalu berpikir bahwa akan gagal dalam ujian, selalu berpikir bahwa benda kesayangan bisa-bisa saja hilang, selalu berpikir bahwa hubungan asmara sudah memburuk dan akan berakhir, NISCAYA semua akan terjadi. Ya, semua akan terjadi. MAKA, kita diharamkan untuk berpikiran negatif karena �semesta� akan merespon semua yang kita pikirkan tanpa terkecuali dan mengabulkannya.

       BERPIKIRLAH HAL POSITIF. Berpikirlah kita akan menjadi orang kaya, pikirkan karir yang cemerlang, pasangan hidup yang sempurna, pikirkan segala hal yang anda inginkan akan anda miliki tidak lama lagi, pikirkan bahwa anda akan selalu berhasil dalam setiap ujian, pikirkan bahwa hal-hal kepunyaan anda tidak akan hilang dan akan tetap ada pada tempatnya. Pikirkan segala hal yang baik dan �semesta� akan mengabulkannya. TIDAK PERCAYA? Ingat-ingat lagi masa lalu anda dan anda akan menemukan fakta mengejutkan disana. (SEKALI LAGI, LIHATLAH FILM DIATAS TERLEBIH DAHULU DAN DENGARKAN SETIAP KALIMAT DISANA, atau bisa cari sumber lain di google untuk kualitas video yang lebih baik)

      Awalnya saya sangat-sangat terkejut setelah menonton film tersebut. Tapi selang beberapa hari, saya pun merenugkan kembali dan membuat spekulasi lalu sedikit mengesampingkan hal-hal mistis dan kembali kepada logika.

      Saya membenarkan seratus persen tentang fakta di film tersebut. Dan saya pun mencoba mengingat-ingat kembali masa lalu dan pengalaman saya, dan jelas sekali saya pernah mengalami hal-hal itu semua.
      Permasalahan yang saya alami saat ini adalah bagaimana cara menyebarkan pesan dalam film tersebut ke semua orang terutama keluarga dan teman dekat. Mungkinkah mereka bisa berpikiran yang sama dengan saya dan setuju begitu saja lalu merubah pemikiran dan keseharian mereka sebagaimana saya yang sudah melakukannya?

      SULIT. Sulit sekali bahkan untuk memulai menjelaskan. Sulit untuk dijelaskan karena hubungan saya dengan keluarga tidak seperti kebanyakan orang yang sangat dekat dan saling memperhatikan.
      Inilah satu-satunya cara saya menyebarkan pesan kebaikan film ini. Semoga sampai pada tujuan (anda yang sedang membaca). 

      sebenarnya post ini telat di publikasikan

      Categories: ,

      http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

      Copyright © Maniak Game Indo | Powered by Blogger

      Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑