Maniak Game Indo: Gadget
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gadget. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2015

DIY 360� Rotating Time Lapse for Action Cam (GoPro, SJCAM, Xiaomi Yi, etc)

Pernah lihat video-video time lapse dan hyperlapse? Mungkin dari film-film atau video youtube?
Konsep Time Lapse yang saya bahas disini adalah yang dengan memutar kamera selambat mungkin sambil melakukan perekaman atau Rotating Time lapse. Alat aslinya yang untuk keperluan profesional memang banyak yang jual, tapi kisaran harganya juga lumayan. Ada yang digital ada juga yang analog. Kisaran harganya 200rb-1jtan.

Contoh alat time-lapse professional

Karena itulah banyak orang menyarankan bikin sendiri atau DIY. Untuk tipe analog alatnya sederhana yaitu analog timer seperti Kitchen Timer.
Kitchen timer juga konsepnya sama, dia berputar sesuai waktu yang kita tentukan. Maksimal biasanya 60 menit (analog pro biasanya ada yang sampai 120menit). Sama halnya dengan knob mesin cuci yang punya kisaran waktu 30 menit. Tapi kita ga mungkin membongkar dan merusak mesin cuci kan?

Mungkin anda sudah pernah lihat tutorial alat ini di Youtube. Saya juga tahu dari sana dan ingin sekali mencoba tapi terkendala bahan. Kebanyakan tutorial, mereka menggunakan IKEA kitchen timer yang berbahan alumunium, Harga 100rb-an. Lebih gampang di modifikasi. Tapi di indo, tidak ada yang jual secara online. kalaupun ada, stok merek selalu kosong.

Dengan Ikea kitchen timer, contoh kreasi dari tested.com

Disana saya mulai mencari alternatif. Akhirnya ketemu juga, ternyata banyak yang jual di situs bukalapak.com dan tokopedia.com (search saja "kitchen timer"). Saya ambil yang model ini dengan harga 45rb. Bentuk persegi, cukup berat yang artinya bagus. Bidang bawah datar dan berkaret.
Kitchen timer yang saya gunakan

Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- Kitchen Timer
- Standar Hook Mount
- Solder / Cutter
- Hot Glue (lem panas)


Proses pembuatan :
Selanjutnya adalah memikirkan cara memodifikasi sehingga bisa menempelkan kamera diatasnya.
Untuk versi yang saya buat. Saya ambil hook yang jarang saya pakai, untuk saya tempel di knob timer.
Saya potong dan lelehkan pingiran dengan solder. Sedemikian rupa, lalu saya rekatkan dengan hot glue.
Maaf karena foto proses pembuatan tidak sempat saya ambil. Saya lupa dan tahu-tahu sudah jadi.



Jangan lupa bersihkan pinggiran knob supayatetap bisa bebas berputar.

Tips : Jika ingin membuat versi lain dengan mount lain. Usahakan totalnya tidak terlalu berat agar putaran timer tidak terganggu. Perhitungkan semua berat dan kameranya.
Jika tidak punya bahan dan alat diatas. Bisa juga menggunakan obeng yang dipanaskan atau lem dengan power glue.
Kerapihan tergantung pekerjaan masing-masing.

Dengan kitchen timer biasa ditambah 3D printed mount, contoh kreasi dari thingiverse.com

Selanjutnya tinggal pasang pada tripod. Saya gunakan smartphone clamp bawaan monopod Attanta yang saya beli. Dia mempunyai lubang tripod di atas dan samping.
Untuk DSLR, saya ragu apakah kitchen timer ini sanggup atau tidak karena dslr cukup berat. Saya pun belum sempat mencoba karena bingung untuk mounting nya.



Saya belum sempat membuat video hasilnya  di youtube. Tapi saya sempat merekam beberapa moment ketika berlibur ke Pantai kemarin. Saya posting di Instagram (favorit saya yang nomor 3).
A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on

A video posted by Aldira Saputra (@dirasap) on


Tips : Jika ingin merekam langit. Cari moment ketika langit cerah berawan. Jika ingin merekam kerumunan, cari tempat yang ramai sehingga pergerakan lebih banyak terekam dan hasil akan semakin menarik.
Selamat mencoba!


Baca Juga : DIY Tutup Lensa untuk SJCAM-mu

Categories: , ,

Rabu, 12 Agustus 2015

DIY Lens Cap for Action Cam (SJ4000, GoPro, Xiaomi Yi, etc)

Lens Cap atau tutup lensa. Aksesoris satu ini ga ada dalam bawaan paket pembelian, padahal ini sangat diperlukan untuk melindungi lensa action cam kita.
Iya, pasti anda berpikiran, kenapa perlu tutup lensa, kita kan pakai casing anti air?
Nah, itu sudah saya bahas di Review sebelumnya. Casing anti air itu tombolnya keras dan bisa merusak tombol didalam.

contoh tutup lensa yang dijual di pasaran 
 
Jika kita lihat dari banyak penjual. Kisaran harga untuk tutup lensa action cam apapun adalah 30rb-100rb lebih. Semahal itu hanya untuk sepasang tutup karet. Belum lagi ongkos kirimnya.
Dari sinilah saya berinisiatif membuat sendiri saja tutup lensa. Saya ingin membuat yang good looking dan sedikit rapi. Biar lebih enak dipandang.
Cuma perlu bahan-bahan bekas. Gratis!

Lens cap ini bisa untuk action cam apa saja selama konsep membuatnya sama seperti yang saya buat.

LET'S GET STARTED

Bahan yang dibutuhkan :
- Botol plastik yang mempunyai bidang datar (botol larutan penyegar). Bukan tutupnya.
- Lembaran plastik datar tebal sekitar 1mm (ambil dari bekas derigen atau yang serupa).
- Lakban hitam.
- Double Tape.

Alat yang dibutuhkan :

- Gunting / Cutter.


Step-by-step dalam video

Step 1 :
- Gunting botol plastik yang mempunyai bidang datar menjadi bentuk persegi panjang. Panjang yang dibutuhkan cukup mengelilingi lingkaran lensa, tinggi sekitar 2cm atau secukupnya.
- Beri sedikit dauble tape diujung bidang, ukur lingkaran lensa dan rekatkan sementara.
- Balut bidang dalam lingkaran dengan lakban hitam, lebihkan bawahnya untuk dilipat keluar.
- Pastikan masuk dengan pas dan rapat.
- Balut juga bagian luar lingkaran dengan lakban hitam, gunting pinggiran lebihnya.

Step 2:
- Untuk tutup atas, gunting lembaran plastik tebal tadi jadi bentuk persegi 22mmx22mm
- Gunting bagian sudut dan bentuklah lingkaran yang pas dengan diameter tutup tadi.
- Balut dengan lakban hitam serapi mungkin, gunting pinggiran.
- Letakkan ditengah sambil ditempel dengan lakban lagi.
- Setelah semua lakban dilipat rapi, lapis dinding luar dengan lapisan lakban terakhir.
- Done!



Tips : Seperti yang saya tulis di review sebelumnya, usahakan untuk menggunakan waterproof case sejarang mungkin. Karena selain tombolnya keras, lama-kelamaan juga bisa merusak tombol di dalam circuit sjcam (tombol wifi saya sudah rusak karenanya).
Maka gunakanlah naked frame untuk aktifitas penggunaan sehari-hari. Bisa pakai yang bawaan. Atau beli model lain. Tapi karena yang bawaan biasa saya pakai untuk dash cam, maka saya lebih milih beli naked frame lain.

Nah, karena sjcam kita jadi telanjang, disinilah tutup lensa diperlukan. Selain itu gunakan juga anti gores smartphone untuk bagian layar belakang. Gunting sendiri secukupnya.
Pastikan membuat lens cap yang rapat dan menempel ketat. Supaya tidak mudah jatuh. Ketika dilepas, simpan di dalam saku kemeja atau celana. Bawa kemana-mana.
Kalau perlu, buatlah lebih dari satu.




Baca juga : DIY 360� Timelapse untuk SJCAM-mu

Categories: , ,

Rabu, 15 April 2015

Personal Review : Xiaomi Redmi 2 4G



Saya kembali berburu Redmi di Lazada kemarin (8/4), dan saya kebagian lagi di Flash Sale pertama Xiaomi Redmi 2, sama seperti Flash Sale Redmi 1S pertama dulu. (Review Redmi 1S disini)
Gimana tidak. Dulu waktu Flash sale pertama, yang di rilis hanya sekitar 5000 unit, tapi untuk Redmi 2 kali ini ada sekitar 40.000 unit. Peluang lebih besar.

Kali ini Redmi yang saya beli sebenarnya bukan untuk pribadi, tapi untuk kakak ipar saya. Tapi untuk beberapa hari saya akan memakainya untuk tes dan review.

Dari spesifikasi, tidak begitu banyak pembaruan karena budget nya sendiri adalah sama dengan pendahulunya, Redmi 1S. Di China dan India, Redmi 2 dibanderol dengan harga yang sama dengan Redmi 1S dulu.
Lazada membandrol harga Rp 1,599jt untuk Redmi 2, berbeda seratus ribu dari harga Redmi 1S dulu yaitu Rp 1,499jt.
Tapi update terbaru, Lazada kembali melakukan Flash Sale Redmi 2 tanggal 16/4 nanti dengan banderol turun menjadi Rp 1,499jt . Yah, mau bagaimana lagi, permainan harga smartphone memang begitu, selalu mengecewakan pembeli awal.

Dari segi bentuk fisik, Redmi 2 memiliki dimensi sedikit lebih kecil dan lebih tipis. Juga sedikit lebih ringan. Jujur, jika sudah terbiasa menggunakan Redmi 1S, lalu mencoba Redmi 2, akan terasa perbedaan besar dan rasanya ingin lebih memilih mengganti ke Redmi 2. Karena bentuk fisiknya lebih kecil dan simple, tapi dalamannya masih sama gahar.

Untuk kartu Dual Sim kini hanya support kartu Mini SIM. Tidak seperti Redmi 1S yang support dual Normal SIM. Jadi, bagi yang masih pakai kartu sim besar, harus dipotong dulu jadi ukuran Mini.
Pembaruan yang paling menonjol tentu saja adalah konektifitas LTE atau 4G di Redmi 2. Tidak tanggung-tanggung, Redmi 2 bahkan support dual-4G. Karena belum semua operator di Indonesia support pita baris 4G, dan kalaupun ada, hanya kota tertentu saja yang baru kebagian, setidaknya kita punya "tabungan" masa depan untuk perangkat 4G. Betul?

Kesan pertama ketika menyalakan Redmi 2, saya dibuat pangling. Kenapa? Karena tampilan MIUI nya berbeda dengan Redmi 1S. Redmi 2 sudah menggunakan MIUI 6 yang lebih baru, bukan MIUI 5 lagi. Tampilannya lebih halus, rapi, elegan juga lebih berwarna. Icon-icon jadi lebih polos dan tampilan di berbagai aplikasi bawaan juga semua baru.

Sisa RAM tak jauh berbeda dengan Redmi 1S yaitu dikisaran 300Mb. Score AnTuTu juga tak jauh berbeda yaitu di kisaran 20ribu.

Performa perpindahan antar aplikasi dan multitasking saya rasa lebih cepat dan lancar. Suara speaker lebih besar dan jernih. Dan yang paling mengesankan adalah pembaruan pada aplikasi Camera. Shutter speed terasa lebih cepat dan terdapat beberapa fitur baru yang mempermudah untuk mengambil gambar dengan bagus. Seperti pengaturan ekposure langsung ketika memilih fokus sentuh pada area tertentu. Ada juga filter langsung di menu sebelah kiri.

Tampilan pemutar musik juga diperbarui. Intinya, jika anda sudah pernah merasakan MIUI 6 anda pasti sudah tahu ini semua. Jika belum, silahkan tunggu pembaruan untuk gadget masing-masing. Saya juga masih menunggu kok.

Untuk gaming saya masih belum mencoba karena belum sempat me-root hpnya. Untuk masalah gaming, saya biasanya selalu mencoba dengan game-game besar yang menyita banyak memori, jadi perlu mengunakan beberapa trik agar tak mengurangi memori telepon. Gimana tidak, rata-rata game berat saat ini berukuran lebih dari 1gb. Perlu beberapa aplikasi root sebelum menginstalnya. Mungkin anda sudah pada tahu juga.
Nanti akan saya update review.

Perbandingan dimensi Redmi 2 (putih) dengan Redmi 1S (hitam) :


Oh, mungkin ada yang penasaran hasil fotonya. Redmi 2 masih menggunakan kamera 8Mp di belakang sedangkan kamera depan naik jadi 2Mp. Tapi dari pengamatan saya, hasil kamera depan Redmi 1S masih lebih bagus, walau sebenarnya pixelnya lebih kecil.
Berikut beberapa contoh hasil kamera belakang.

(perpindahan focus)

 
 (filter bw langsung di camera app)


Review lainnya anda yang menetukan. Silahkan di comment.





Categories: ,

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © Maniak Game Indo | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑